Bentuk & Penjelasan Singkat 1 Sampai 5 Dimensi

Mungkin penjelasan singkat mengenai bentuk dari perspektif dimensi - dimensi yang ada ini dapat menambah informasi untuk kalian.

1. Dimensi ke-1 (1 dimensi)


2. Dimensi ke-2 (2 dimensi)


Koordinat :



3. Dimensi ke-3 (3 dimensi)

3 dimensi ini dapat dilihat dari tiga sudut, sisi panjang, lebar, dan tinggi. Contohnya adalah sebuah bangunan atau bidang yang ber-volume. Hubungannya dengan 2 dimensi adalah dapat dilihat dari satu sisi lagi. Untuk koordinatnya, 3 dimensi ini bersumbukan x, y, dan z.


Koordinat :



4. Dimensi ke-4 (4 dimensi)

Dimensi 4 telah diterapkan pada medis-medis di dunia, yaitu dalam penggunaan USG. 4 dimensi ini adalah 3 dimensi yang dapat ditembus.Contoh yang lebih mudah adalah kalian dapat melihat menembus sebuah gelas air mineral dari segi luar yang masih penuh berisi air.

Inilah sudut pandang kita terhadap dimensi ke-4, menembus dimensi 3. Untuk koordinatnya, 4 dimensi adalah sebuah garis yang menembus antara sumbu x, y, dan z.


Koordinat :



5. Dimensi ke-5 (5 dimensi)

Dimensi ke-5 ini adalah sebuah hologram. Hologram ini benar-benar hidup, alias seperti nyata. Berbentuk 3 dimensi, dapat tersentuh, kita dapat melihat isi dari 3 dimensi tersebut dari luar, dan ini dapat kita tembus.

Di Bank Indonesia ini sudah diterapkan. Bila anda masuk ke lobby di BI, anda bisa masuk ke dalam sebuah museum disana. Di dalam museum ini anda dapat melihat koin-koin yang berterbangan dan merupakan sebuah hologram 5 dimensi.

Anda dapat menyentuhnya, menggesernya, bahkan di hologram ini terdapat fitur untuk melihat sejarah uang tersebut.

http://blog.dialaphone.co.uk/wp-content/uploads/2008/09/hologram-1.jpg

Koordinat :

Sumber :
www.kaskus.us

Bahaya, Tidur Dengan Lampu Menyala


Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko mengidap leukemia. Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan dapat menghentikan produksi zat melatonin.
[sleep.jpg]
Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.

Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.

Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.

Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.

Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya terjadi antara jam 9 malam s/d jam 8 pagi. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa orang-orang yang paling mudah terserang adalah para pekerja shift yang memiliki resiko terkena kanker payudara.

Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin memiliki resiko yang lebih rendah mengidap kanker. Maka para orang tua disarankan utk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada kegelapan.

Bumi Kita Terbuat Dari ......??

76Jawaban yang asal-asalan untuk pertanyaan ini adalah: Bumi adalah sebuah bola atau bulatan besar, yang sebagian besar tersusun dari batuan. Di dalam bumi batuan itu dicairkan, tetapi di lapisan luarnya terdapat batuan keras. Kurang dari satu pertiga dari permukaan bumi merupakan daratan dan lebih dari dua pertiga merupakan perairan.

Sekarang mari kita mempertimbangkan hal ini sedikit lebih rinci. Bagian luar kulit bumi adalah kulit batuan yang tebalnya kira-kira 10 sampai 30 mil. Kulit ini kadang-kadang disebut �litosfir�.


Bagian-bagian yang tinggi dari kulit ini adalah benua-benua, dan bagian-bagian yang rendah menampung air samudera-samudera, laut-laut dan danau-danau dalam yang besar.


Semua air yang ada di atas permukaan, termasuk yang ada di samudera-samudera, danau-danau, sungai-sungai, dan semua aliran yang lebih kecil, disebut �hidrosfir�.


Manusia hanya mampu mengamati bagian yang paling jauh dari kulit batuan yang membentuk bagian luar kulit bumi, dan itulah sebabnya mengapa begitu sulit untuk mengetahui bagaimana rupa bumi pada bagian dalamnya.


Dalam sumur-sumur pemboran dan tambang-tambang penggalian, telah ditemukan bahwa semakin dalam sebuah lubang, semakin tinggi suhunya. Pada jarak dua mil di bawah permukaaan bumi, suhunya cukup tinggi untuk mendidihkan air.


Tetapi para ilmuwan juga telah menemukan tentang bagian dalam bumi dari studi-studi tentang gempa bumi. Mereka berpendapat bahwa suhu tidak meningkat sedemikian cepat di bagian dalam seperti di kulit bumi.


Jadi, mereka berpendapat bahwa pada inti atau pusat bumi suhu tidak akan lebih dari 10.000 derajat Fahrenheit. Tentu saja, suhu itu sangat panas, karena suhu 2.200 derajat dapat mencairkan batu-batuan!


 
Kulit bumi mempunyai dua lapisan. Lapisan atas, yang membentuk benua-benua, mengandung granit. Di bawah lapisan granit terdapat lapisan tebal batuan yang sangat keras yang disebut �basal�.

Para ilmuwan berpendapat bahwa pada pusat bumi terdapat sebuah bola baja cair yang sangat besar, dengan diameeter kira-kira 4.000 mil.


Antara bagian tengah bola dan lapisan batuan terdapat sebuah kerangka yang tebalnya kira-kira 2.000 mil yang disebut �mantel�. Kemungkinan besar mantel itu terbuat dari sejenis batuan yang disebut �olivine�.


Sumber :
http://ceritakan.com/sains/bumi-kita-terbuat-dari-apa-yah-3/

Planet Pluto, Kini Tinggal Kenangan

http://srafique.files.wordpress.com/2009/12/planet-pluto1.jpg
Kalian semua pasti sudah tahu kan, kalau Pluto sekarang sudah tidak menjadi bagian dari planet di tata surya kita ini. Tapi apakah kalian juga tahu, mulai kapan keputusan tersebut diambil dan apa yang menjadi pertimbangannya? Nah jika kalian belum tahu, berikut ini penjelasannya.
Mulai 24 Agustus 2006 jangan pernah terpeleset mengucapkan Planet Pluto lagi. Karena sejak hari itu, Pluto sudah diputuskan tidak lagi berhak menyandang predikat sebagai planet.

Sidang Umum Himpunan Astronomi Internasional (International Astronomical Union/IAU) Ke-26 di Praha, Republik Ceko, menghasilkan keputusan bersejarah dalam dunia astronomi dengan mengeluarkan Pluto dari daftar planet-planet di Tata Surya kita. Mulai sekarang, anggota Tata Surya hanya terdiri dari delapan planet, yakni Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Keputusan mengeluarkan Pluto yang sudah menjadi anggota Keluarga Planet Tata Surya selama 76 tahun merupakan konsekuensi ditetapkannya definisi baru tentang planet. Resolusi 5A Sidang Umum IAU Ke-26 berisi definisi baru itu.

Dalam resolusi tersebut dinyatakan, sebuah benda langit bisa disebut planet apabila memenuhi tiga syarat :
  1. Mengorbit Matahari
  2. Berukuran cukup besar sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat
  3. Memiliki jalur orbit yang jelas dan "bersih" (tidak ada benda langit lain di orbit tersebut)

Definisi tersebut adalah definisi universal pertama tentang planet sejak istilah planet dikenal di kalangan astronom, bahkan sebelum era Nicolaus Copernicus yang tahun 1543 membuktikan Bumi adalah salah satu planet yang berputar mengelilingi Matahari.

Dengan definisi baru tersebut, Pluto tidak berhak menyandang nama planet karena tidak memenuhi syarat yang ketiga. Orbit Pluto memotong orbit planet Neptunus sehingga dalam perjalanannya mengelilingi Matahari, Pluto kadang berada lebih dekat dengan Matahari dibandingkan Neptunus.

Planet Kerdil (Dwarf Planets)

Pluto kemudian masuk dalam keluarga baru yang disebut planet kerdil atau planet katai (dwarf planets). Keluarga ini beranggotakan Pluto dan benda-benda langit lain di Tata Surya yang mirip dengan Pluto, termasuk di dalamnya asteroid terbesar Ceres, satelit Pluto, Charon, dan beberapa benda langit lain yang baru saja ditemukan.

http://www.windows2universe.org/our_solar_system/dwarf_planets/images/dwarf_planet_sizes_big.jpg

Menurut Direktur Observatorium Bosscha di Lembang, Jawa Barat, Dr Taufiq Hidayat, keputusan Sidang Umum IAU tersebut adalah puncak perdebatan ilmiah dalam astronomi yang sudah berlangsung sejak awal 1990-an lalu. Perdebatan tersebut dipicu berbagai penemuan baru yang menimbulkan keraguan apakah Pluto masih layak disebut planet atau tidak.

"Karakteristik Pluto memang berbeda dengan planet-planet lainnya. Bahkan komposisi kimianya lebih menyerupai komet daripada planet," ungkap astronom yang mendalami bidang ilmu-ilmu planet ini.

Selain itu, perkembangan teknologi teleskop juga membawa pada penemuan berbagai benda langit yang masuk dalam kelompok Obyek Sabuk Kuiper (Kuiper Belt Object/KBO). Sabuk Kuiper sendiri adalah sebutan untuk wilayah di luar orbit planet Neptunus hingga jarak 50 Satuan Astronomi (SA/1 Satuan Astronomi = jarak rata-rata Matahari-Bumi, yakni sekitar 149,6 juta kilometer) dari Matahari.

Beberapa KBO(kuiper Black Object) sangat menarik perhatian karena berukuran hampir sama atau bahkan lebih besar daripada Pluto (diameter 2.300 km) dan ada yang memiliki satelit atau "bulan".

Beberapa obyek tersebut, antara lain, Quaoar (diameter 1.000 km-1.300 km), Sedna (1.180 km- 1.800 km), dan yang paling terkenal adalah obyek bernama 2003 UB313 yang ditemukan Michael Brown dari California Institute of Technology (Caltech) pada 2003 lalu.

http://cdn.physorg.com/newman/gfx/news/2006/i0616by2.jpg

Obyek yang dijuluki Xena tersebut memiliki diameter 2.400 km, yang berarti lebih besar daripada Pluto. Xena sempat dihebohkan sebagai planet ke-10 Tata Surya.

Sejak saat itu, lanjut Taufiq, terjadi perbedaan pendapat di kalangan astronom. "Pilihannya adalah memasukkan Ceres, Charon, dan 2003 UB313 ke dalam keluarga planet sehingga jumlah planet menjadi 12, atau mengeluarkan Pluto. Akhirnya pilihan kedua yang disepakati," tutur mantan Ketua Jurusan Astronomi Institut Teknologi Bandung ini.

http://images.chron.com/blogs/sciguy/archives/charonetal.jpg

Kesepakatan itu sendiri bukannya datang dengan mudah. Taufiq mengatakan, pengambilan keputusan itu bahkan dicapai dengan cara pemungutan suara di antara para anggota IAU yang hadir setelah didahului perdebatan yang sangat sengit.

Empat astronom senior dari Indonesia turut serta dalam Sidang Umum IAU tersebut, yakni Jorga Ibrahim, Iratius Radiman, Suryadi Siregar, dan Ny Permana Permadi.

Beberapa pihak memprediksi debat mengenai status Pluto tidak akan berakhir di sini. Alan Stern, ketua misi pesawat ruang angkasa NASA, New Horizon, yang diluncurkan ke Pluto, Januari lalu, mengaku merasa "malu" terhadap keputusan itu. Meski demikian, misi senilai 700 juta dollar AS dan baru akan tiba di Pluto pada 2015 itu tetap akan dilanjutkan. "Ini benar-benar sebuah definisi yang ceroboh."


Pencopotan Gelar

Wajar saja pencopotan gelar planet dari Pluto memicu reaksi yang emosional. Pluto selama ini memiliki tempat tersendiri di hati para astronom, baik yang profesional maupun amatir. Pluto sering dianggap "Si Bungsu dari Tata Surya" karena jaraknya yang terjauh dari Matahari dan ditemukan paling akhir dibandingkan delapan planet lainnya.
http://www.askdavetaylor.com/3-blog-pics/pluto-non-elliptical-plain-orbit.jpg
Orbit Pluto yang sangat lonjong dan tidak sejajar dengan bidang lintasan planet lainnya juga membuat planet ini unik. Pluto juga sempat dianggap sebagai jawaban dari misteri Planet X, sebuah planet hipotetis yang diduga ada di luar orbit Neptunus dan menyebabkan gangguan pada orbit planet Uranus dan Neptunus.
Meski ukuran Pluto kemudian terbukti terlalu kecil untuk menjadi Planet X, dugaan tersebut menjadi bagian dari legenda Pluto.

Sumber :
kotakgame.com

Alasan Adanya Saku Kecil Pada Celana Jeans

Pernah tidak terlintas kenapa celana jeans selalu ada saku kecil di bagian sebelah kanannya? Selintas saku kecil ini tak ada fungsinya selain hanya tempelan untuk menambah aksentuasi gaya pemakainya, atau mungkin ciri khas celana jeans.
Namun, dari saku imut-imut inilah sebenarnya bisa dibaca sejarah celana yang dipopulerkan oleh Levi Strauss tahun 1880 ini, delapan tahun setelah jeans masuk ke Amerika Serikat (AS) tahun 1872.
http://static-p3.fotolia.com/jpg/00/12/11/26/400_F_12112688_yvaX4tidHxTEdqPhUy6WI9nuSciUmtRa.jpg
Sebagai jenis tekstil, jeans pertama kali dibuat di Genoa, Italia tahun 1560-an. Kain celana ini biasa dipakai oleh angkatan laut. Orang Prancis menyebut celana ini dengan sebutan "bleu de Génes", yang berarti biru Genoa.
Meski tekstil ini pertama kali diproduksi dan dipakai di Eropa, tetapi sebagai fashion, jeans dipopulerkan di AS oleh Levi Strauss, seorang pemuda berusia dua puluh tahunan yang mengadu peruntungannya ke San Francisco sebagai pedagang pakaian. Ketika itu, AS sedang dilanda demam emas.
Akan tetapi, sampai di California semua barangnya habis terjual, kecuali sebuah tenda yang terbuat dari kain kanvas. Kain kanvas ini dipotongnya dan dibuatnya menjadi beberapa celana yang dijual pada para pekerja tambang emas.
Dan ternyata para pekerja menyukainya karena celana buatan Strauss tahan lama dan tak mudah koyak. Merasa mendapat peluang, Strauss menyempurnakan "temuannya" dengan memesan bahan dari Genoa yang disebut "Genes", yang oleh Strauss diubah menjadi "Blue Jeans".
Di sinilah para penambang tambah menyukai celana buatan Strauss dan "menobatkan" celana itu sebagai celana resmi para penambang. Para penambang emas itu menyebut celana Strauss dengan "those pants of Levi`s" atau "Celana Si Levi". Sebutan inilah yang mengawali merek dagang pertama celana jeans pertama di dunia.

Naluri bisnis Strauss yang tajam membuatnya mengajak pengusaha sukses Jakob Davis untuk bekerja sama, dan pada tahun 1880 kerja sama itu melahirkan pabrik celana jeans pertama. Dan produk desain mereka yang pertama adalah "Levi`s 501".

Produk desain pertama memang dikhususkan bagi para penambang emas. Celana ini memiliki 5 saku, 2 di belakang dan 2 di depan, dan 1 saku kecil dalam saku depan sebelah kanan. Karena diperuntukkan bagi para penambang, saku ini tentu bukan untuk bergaya-ria.
Tetapi saku imut-imut ini dirancang untuk menyimpan butiran-butiran emas yang berukuran kecil. Meski kini jeans diproduksi dalam berbagai merek dan bukan hanya untuk para penambang, tetapi saku imut-imut itu tetap ada. Tentu saja fungsinya bukan sebagai tempat menyimpan butiran emas.

Sumber :
www.strov.co.cc

Live traffic Feed